
Teknologi unggulan padi sawah mencakup varietas unggul (varietas unggul baru/VUB, varietas unggul tipe baru/VUTB dan varietas unggul hibrida/VUH), persiapan lahan, cara tanam, pemupukan, pemeliharaan dan panen.
Varietas unggul padi yang memiliki daya hasil tinggi adalah hibrida (Maro, Rokan, HiPa-3, HiPa-4), VUB (Ciherang, Way Apoburu, Cigeulis, dan lain-lain), dan VUTSB/VUTB (Gilirang, Cimelati, Ciapus, Fatmawati).
Varietas unggul padi yang tahan terhadap cekaman biotik adalah Tukad Balian, Tukad Unda, Tukad Petanu, Bondoyudo, dan Kalimas (Tr); Conde dan Angke (hawar daun bakteri), Way Apoburu, Ciherang, Jatiluhur, Situ Patenggang, Fatmawati dan Batutegi (Kk), Margasari, Siak Raya dan Lambur (Fe/Al), Silugonggo dan Ciujung (umur), serta Batang Lembang dan Batang Piaman (Dt).
Benih padi yang digunakan adalah benih yang bersertifikat sebanyak 20 kg/ha.
Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibajak 1-2 kali dan dilumpurkan 1-2 kali.
Pemupukan spesifik lokasi dilakukan berdasarkan uji tanah.
Teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) dapat diterapkan melalui beberapa cara, yaitu dengan perlakuan benih, tanam serempak, dan penggunaan insektisida selektif.
(litbang.deptan.go.id)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar